MAKALAH MANAJEMEN BK
“Konsep Evaluasi BK”
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah “Manajemen BK”
Dosen Pengampu : Barriyati
Disusun Oleh :
Citra Apriani (11632026)
Sharfina Zati Hulwan (11632029)
Piana (11632031)
Putri Ermawati (11632032)
FAKULTAS USHULUDDIN ADAB & DAKWAH
BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM ( A )
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN )
PONTIANAK
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Sebagai suatu sistem, program layanan bimbingan dan
konseling tentunya meliputi beberapa hal di antaranya yaitu perencanaan,
pelaksanaan, serta evaluasi. Dalam hal ini ketiga hal tersebut senantiasa
saling berkaitan dan berkesinambungan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa suatu hasil
senantiasa dipengaruhi oleh perencanaan, begitu pun pelaksanaan juga memiliki
peran yang sangat dominan. Selain itu, kedua hal tersebut akan terlihat
manakala proses evaluasi berjalan dengan baik.
Dengan demikian, evaluasi dari
pelaksanaan program layanan bimbingan ini hendaknya dipersiapkan dengan
seksama. Paparan tersebut menunjukkan bahwa begitu
pentingnya peranan evaluasi pada pelaksanaan layanan bimbingan. Hal tersebut
pula yang menjadi latar belakang dari makalah ini dengan judul “Evaluasi
program bimbingan dan konseling”.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Evaluasi BK
Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu
Evaluation. Dalam buku “Essentials of Educational Evaluation”, Edwind
Wand dan Gerald W. Brown, mengatakan bahwa : “Evaluation rafer to the act or
prosses to determining the value of something”. Jadi menurut Wand dan
Brown, evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai
dari pada sesuatu. Sesuai dengan pendapat tersebut maka evaluasi pelaksanaan
Bimbingan dan Konseling dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau suatu
proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam pelaksanaan Bimbingan dan
Konseling di sekolah yang diharapkan oleh Departemen Pendidikan.
Perlu dijelaskan disini bahwa evaluasi tidak sama artinya
dengan pengukuran (measurement). Pengertian pengukuran (measurement)
adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan luas atau kuantitas dari
pada sesuatu. Dari definisi evaluasi atau penilaian dan
pengukuran (measurement) yang disebut diatas, maka dapat diketahui
perbedaannya dengan jelas antara arti penilaian dan pengukuran. Sehingga
pengukuran akan memberikan jawaban terhadap pertanyaan “How Much”
(berapa banyak), sedangkan penilaian akan memberikan jawaban dari pertanyaan “What
Value” (apa nilai).
Walaupun ada perbedaan antara pengukuran dan
penilaian, namun keduanya tidak dapat dipisahkan. Karena antara pengukuran dan
penilaian terdapat hubungan yang sangat erat. Penilaian yang tepat terhadap
sesuatu terlebih dahulu harus didasarkan atas hasil pengukuran-pengukuran. Pada
akhir pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling selalu tercantum suatu
kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana tertentu. Pendapat “Good” yang dikutip oleh I.Jumhur dan
Moch. Surya (1975:154), tentang evaluasi adalah: “Proses menentukan atau
mempertimbangkan nilai atau jumlah sesuatu melalui penilaian yang dilakukan
dengan seksama”.
Evaluasi ini dapat pula diartikan sebagai proses
pengumpulan informasi (data) untuk mengetahui efektivitas (keterlaksanaan dan
ketercapaian) kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya mengambil
keputusan. Pengertian lain dari evaluasi ini adalah suatu usaha mendapatkan
berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh tentang
proses dan hasil dari perkembangan sikap dan perilaku, atau tugas-tugas
perkembangan para siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan.
Lebih jauh Moch. Surya mengemukakan menilai
bimbingan pada hakekatnya mengetahui secara pasti tentang bagaimana organisasi
dan administrasi program itu, bagaimana guru-guru dan petugas-petugas bimbingan
lainnya dapat berpartisipasi bagaimana pelaksanaan konseling dan bagaimana
catatan-catatan kumulatif dapat dikumpulkan. Uraian tersebut merupakan
penjabaran dari proses kegiatan Bimbingan dan Konseling, yang akhirnya perlu
pula diketahui bagaimana hasil dari pelaksanaan kegiatan itu. Dengan kata lain
bahwa penilaian yang dilakukan terhadap kegiatan Bimbingan dan Konseling
ditujukan untuk menilai bagaimana kesesuaian program, bagaimana pelaksanaan
yang dilakukan oleh para petugas Bimbingan, dan bagaimana pula hasil yang
diperoleh dari pelaksanaan program tersebut.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa evaluasi
terhadap kegiatan Bimbingan dan Konseling, mengandung tiga aspek penilaian,
yaitu:
- Penilaian terhadap program Bimbingan dan Konseling.
- Penilaian terhadap proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.
- Penilaian terhadap hasil (Product) dari pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling.
B.
Tujuan Evaluasi BK
Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui
keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan dari program yang telah
ditetapkan. Dalam
melaksanakan suatu program, hal ini program Bimbingan dan Konseling, peranan
evaluasi sangatlah penting. Hasil evaluasi akan memberikan manfaat yang sangat
berarti bagi pelaksanaan program tersebut untuk selanjutnya.
Tujuan Umum
Secara umum, penyelenggaraan evaluasi bimbingan dan
konseling bertujuan sebagai berikut:
- Mengetahui kemajuan program bimbingan dan konseling atau subjek yang telah memanfaatkan layanan bimbinga dan konseling.
- Mengetahui tingkat efesiensi dan efektifitas strategi pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu.
Secara operasional, penyelenggaraan evaluasi
pelaksanaan program bimbingan dan konseling ditujukan untuk:
- Meneliti secara berkala pelaksanaan program bimbingan dan konseling.
- Mengetahui tingakt efesiensi dan efektifitas dari layanan bimbingan dan konseling.
- Mengetahui jenis layanan yang sudah atau belum dilaksanakan dan atau perlu diadakan perbaikan dan pengembangan.
- Mengetahui sampai sejauh mana keterlibatan semua pihak dalam usaha menunjang keberhasilan pelaksanaan program bimbingan dan konseling.
·
Tujuan Khusus
Sedangkan secara khusus tujuan evaluasi bimbingan
dan konseling adalah:
- Untuk mengetahui jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling apakah sudah ada atau belum diberikan kepada siswa di sekolah (madrasah).
- Untuk mengetahui aspek-aspek lain apakah yang perlu dimasukkan kedalam program bimbingan untuk perbaikan layanan yang diberikan.
- Untuk membantu kepala sekolah (madrasah), guru-guru termasuk pembimbing atau konselor dalam melakukan perbaikan tata kerja mereka dalam memahami dan memenuhi kebutuhan tiap-tipa siswa.
- Untuk mengetahui dalam bagian-bagian manakah dari program bimbingan yang perlu diadakan perbaikan-perbaikan.
- Untuk mendorong semua personil bimbinga agar bekerja leih giat dalam mengembangkan program-program bimbingan.
- Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah di capai oleh siswa dalam suatu kurun proses belajar tertentu, hal ini berarti dengan evaluasi guru dapat mengetahui kemajuan perubahan tingkah laku siswa sebagai hasil proses ngajar mengajar yang melibatkan dirinya selaku pembimbing dan pembentuk kegiatan belajar
- Mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok kelasnya, dengan demikian hasil observasi itu dapat di jadikan guru sebagai alat penetapan apakah siswa tersebut termasuk kategori cepat, sedang atau lambat dalam arti kemampuan belajar
- Untuk mengetahui tingkat usaha yang di lakukan siswa dalam belajar hal ini berarti bahwa dengan evaluasi, guru akan mengetahui gambaran tingkat usia siswa
- Untuk mengetahui hingga sejauh mana siswa telah menggunakan kapasitas kognitifnya kemampuannya kecerdasan yang di milikinya untuk keperluan belajar. jadi hasil evaluasi itu di jadikan guru sebagai gambaran realitas pemanfatan kecerdasan siswa
- Untuk mengetahui tingkat daya guna hasil metode mengajar yang telah di gunakan guru dalam proses mengajar, dengan demikian apabila sebuah metede yang di gunakan guru tidak mendorong munculnya prestasi belajar siswa.
C.
Manfaat Evaluasi BK
Evaluasi merupakan salah satu komponen yang memiliki peran yang
sangat penting dalam suatu rangkaiannya kegiatan pembelajaran. Melalui evaluasi
bykan saja guru dapat mengumpulkan informasi tentang berbagai kelemahan dalam
proses pembelajaran sebagai umpan balik untuk perbaikan kegiatan pembelajaran
selanjutnya. Akan tetapi, juga dapat melihat sejauh mana peserta didik telah
mampu mencapai tujuan belaharnya termaksud pula, bagaimana guru untuk
mengefaluasinya cara mengajarnya. Oleh karena itu, dalam pembelajaran, guru
harus berperan sebagai evaluator.
Evaluasi harus dilaksanakan secara terbuka dengan melibatkan
peserta didik. Hal ini dimaksudkan agar siswa memahami tentang makna evaluasi.
Melalui pemahan tersebut peserta didik dan tergolong untuk mengenal kelemahnya
sendiri, baik kelemahan dalam proses pembelajaran yang telah dilakukannyamaupun
kelemahan dalam percapaian hasil belajarnya.
Agar kegiatan evaluasi tersebut dapat terlaksana sebagai bagian
dari peran fungsi dan manfaat guru sebagai evaluator pembelajaran dapat
dilaksanakan dengan baik, tentu akhirnya akan melakhirkan kemampuan-kemampuan
yang memcerminkan perannya sebagai evaluator diantaranya :
- Guru perlu memiliki kemampuan-kemampuan dalam merancang berbagai instrumen evaluasi, misalnya kemampuan dalam mengembangkan tes, kemampuan dalam menyusun angket, wawancara, teknik observasi dan lain sebagainya.
- Guru harus memiliki kemampuan dalam memngeloloh data sebagai bagian dari proses evaluasi yang dilakukan.
- Guru harus memiliki kemampuan dalam mengambilkeputusan yang tepat berdasarkan data hasil evaluasi. Misalnya dalam menentukan kelayakan peserta didik untuk naik dan tidak naik kelas, kelayakan siswa untuk ikut remidial atau tidak termaksuk beberapa keputusan lainnya. Sebab kesalahan dalam mengambil keputusan dapat merupakan peserta didik.
D.
Fungsi Evaluasi BK
Adapun fungsi evaluasi program bimbingan dan
konseling di sekolah adalah:
- Memberikan umpan balik (feed back) kepada guru pembimbing konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling.
- Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah, guru mata pelajaran, dan orang tua siswa tentang perkembangan sikap dan perilaku, atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan siswa, agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan kualitas implementasi program BK di sekolah.
E.
Implementasi Evaluasi BK
Membuat evaluasi berarti membentuk pendapat
efisiensi dan efektifitas dari usaha-usaha untuk mencapai tujuan-tujuan, dengan
menggunakan standar atau kriteria tertentu sebagai patokan. Dalam hal membuat
evaluasi terhadap program bimbingan diselidiki apakah kegiatan-kegiatan yang
dilakukan telah membawa efek-efek yang diharapkan sesuai dengan tujuan-tujuan
yang telah ditetapkan untuk kegiatan-kegiatan. Teknisnya ialah dengan
menerapkan kriteria-kriteria tertentu yang menjadi dasar penilaian terhadap
efektifitas program bimbingan. Dengan demikian, kegiatan-kegiatan bimbingan
diinstitusi pendidikan dapat dibuktikan manfaat dan kegunaannya, sehingga
pihak-pihak yang menginfestasikan tenaga dan dana dapat diyakinkan bahwa
investasi itu tidak percuma.
Dalam kenyataanya kiranya tidak ada program yang
akan terbukti seluruhnya telah baik dan sempurna, sekurang-kurangnya setelah
program ini dilaksanakan selama beberapa kurun waktu tertentu (satu tahun).
Kebutuhan-kebutuhan orang muda yang dilayani melalui program bimbingan dari
generasi ke generasi akan berubah, sehingga tujuan-tujuan yang ingin dicapai
harus diubah dan kegiatan-kegiatan bimbingan harus ikut berubah. Namun
perubahan-perubahan itu harus ditetapakan arah dan bentuknya berdasarkan data
yang jelas, bukan atas dasar pandangan pribadi anggota-anggota staf pembimbing
atau kesukaan mereka.
Evaluasi dapat bersifat formal atau dapat pula
bersifat informal. Evaluasi formal mencakup suatu penelitian yang sistematis
dan ilmiah, berdasarkan suatu desain dan dengan menggunakan metode serat
alat/sarana tertentu. Evaluasi formal berusaha menentukan apakah
kegiatan-kegiatan bimbingan yang telah dilakukan menurut rencana program yang
telah ditetapkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, memang mencapai
efek-efek yang diharapkan. Bagian inti dari evaluasi formal terletak dalam
penentuan dan pelaksanaan prosedur yang sesuai untuk mengadakan suatu
penelitian, apakah aktifitas-aktifitas bimbingan yang telah dilaksanakan
menghasilkan perubahan-perubahan dalam perilaku orang-orang muda, menurut
kriteria yang selaras dengan tujuan-tujuan layanan bimbingan
Sedangkan evaluasi informal adalah suatu proses
penilaian terhadap efektifitas layanan bimbingan dan konseling tanpa berpegang
pada suatu desain ilmiah dan tanpa menggunakan metode serta alat yang
ditetapkan dalam desain. Evaluasi informal biasanya dilakukan sambil berjalan;
dan merupakan kegiatan mental seseorang yang sedang menunaikan tugas.
Seorang professional yang melibatkan dirinya dalam
tugas yang diembannya, akan cenderung untuk mencari indikasi-indikasi yang
member balikan kepadanya tentang efek-efek dari tindakannya dan tentang
persepsi orang-orang terhadapnya. Namun, evaluasi informal ini dapat
dipengaruhi oleh prasangka-prasangka dan perasaan-perasaan pada orang professional
itu sendiri, sehingga indikasi-indikasi yang ditemukannya mudah diartikan lain
dari pada makna yang sebenarnya. Dalam kenyataan, evaluasi informal kerap
mendasari keputusan-keputusan yang diambil mengenai perubahan-perubahan di
dalam pengerahan tenaga dan bentuk kegiatan bimbingan. Oleh karena itu, suatu
program bimbingan yang tidak memasukkan rencana dan pelaksanaan proyek evaluasi
formal, tetapi mengandung kelemahan, betapapun tingginya frekuensi evaluasi
informal.
Evaluasi atau penilaian diadakan melalui peninjauan
terhadap hasil yang diperoleh setelah orang-orang muda berpartisipasi secara
aktif dalam beberapa kegiatan bimbingan dan melalui peninjauan terhadap
kegiatan-kegiatan itu sendiri dalam berbagai aspeknya. Menurut pandangan shaw dalam bukunya the function of theoty in guidance program
(1968), ciri-ciri kepribadian yang menyertai pengambilan sikap evaluatif
tidak menunjukkan korelasi positif dengan cirri-ciri kepribadian yang pada
umumnya ditemukan pada orang-orang yang berniat terhadap profesi sebagai
konselor sekolah.
Evaluasi produk terutama akan menyangkut
kegiatan-kegiatan professional ekstern, khusunya layanan langsung kepada
orang-orang muda. Untuk memperoleh produk yang diharapkan, dilakukan banyak
kegiatan yang lain, yang lebih sering berkaitan dengan segi-segi proses
membimbing dan dibimbing, seperti kegiatan professional intern,
kegiatan-kegiatan tersebut sering mendapat sorotan khusus dalam rangka evaluasi
proses.
Bab III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari paparan yang dikemukakan tersebut, dapatlah
ditarik suatu kesimpulan mengenai evaluasi pelaksanaan layanan bimbingan dan
konseling. Adapun kesimpulannya adalah sebagai berikut ini. Evaluasi adalah Proses menentukan atau
mempertimbangkan nilai atau jumlah sesuatu melalui penilaian yang dilakukan
dengan seksama. Tujuan dari dilakukannya evalusi pelaksanaan program
layanan bimbingan dan konseling adalah untuk mengetahui sejauh mana ketercapaian
program layanan bimingan terebut. Prosedurnya meliputi fase persiapan, fase persiapan
alat/instrument evaluasi, fase pelaksanaan kegiatan evaluasi, fase menganalisis
hasil evaluasi, fase penafsiran atau interprestasi dan pelaporan hasil
evaluasi.
Daftar Pustaka
Sudijono,
A. (2007). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Sukardi,
Dewa Ketut. (2008). Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling.
Jakarta: Rineka Cipta.
Aip
Badrujaman, (2010) Teori dan aplikasi evaluasi program bimbingan
konseling, Jakarta barat: PT. Indeks,
Salahudin,
Anas. (2010). Bimbingan dan Konseling. Bandung: Pustaka Setia.
Azam,
Ulul. (2016). Bimbingan dan Konseling Perkembangan Di Sekolah. Yogyakarta :
Deepublish




Pembahasannya sangat mantan dan bermanfaat
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusMakasih sangat membantu makalah nya
BalasHapusPembahasan nya sangat bermanfaat,serta banyak memberi pengetahuan kepada masyarakat yg lain
BalasHapusMakalah yang bermanfaat dan berguna untuk masa yang akan datang. Saran saya lebih diperhatikan dalam pemilihan kata, agar mudah dicerna orang banyak.
BalasHapusGood
BalasHapusGood 👍👍👍
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusBagus dalam konteks materinya sangat membantu, alangkah baiknya bagi penyusun untuk mempraktekan kepada kalangan yang kurang faham akan materi.
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusMantap
BalasHapus